Kenapa aku bisa membenci seseorang yang telah menikahi-ku? Ada yg bisa bantu?

Aku telah hidup bersamanya hampir 15 th tetapi memang ada banyak perbedaan diantara kami, tapi aku coba bertahan hanya ada anak yg msh membutuhkan aku, perbedaan2 diantaranya; aku ini orgnya tdk terlalu banyak bicara, tapi dia menuntut aku aktif, dan sering membanding2kan, n kalau lagi marah kata2 kotor bisa keluar dan kata2 yg keluar sering menyakitkan hati, jadi keadaan di rmh seperti orang asing saja, tanpa pernah bercanda, bercerita apa saja, mengajak keluar jalan n alasan yg di bilang sibuk kerja, aku tidak tahu mesti bagaimana?

(Ini sebuah pertanyaan dari seorang Ibu, tanpa edit sedikit pun. Sudah saya jawab seperti di bawah ini, tapi seandainya Anda punya pendapat lain, do not hesitate to give your comments here. Thanks)

Tanggapanku sbb:

Aku prihatin dgn keadaan yang Ibu alami. Tapi memang Ibu harus mikirin anak dalam menentukan langkah yang berujung perpisahan. Yang pasti, itu adalah jalan terakhir, yang kalo bisa jangan dipilih.

Ibu, ada 1 kata yang penting yang mesti selalu diingat. Apa itu? Itu adalah CHANGE (berubah). Apa yang harus dirubah? Yang harus dirubah bukanlah sifat, sikap dan tabiat suami Ibu, namun yang harus dirubah adalah cara pandang Ibu terhadap diri sendiri dan orang lain diluar diri Ibu (termasuk suami). Karena kalo Ibu mau merubah suami, hal itu amat sulit, bahkan hampir bisa dikatakan IMPOSSIBLE!

Coba ubah mindset Ibu terhadap setiap hal yang terjadi. Apa pun yang terjadi diluar diri kita tak akan pernah melukai hati kita, sepanjang kita tak mengijinkannya! Karena sebenarnya kita adalah raja dari perasaan kita. Kita ada penguasa dari hati kita.

Dengan kesadaran total, tegarkan hati Ibu, dan besarkan jiwa Ibu menghadapi setiap adversitas (kesulitan) hidup, karena itu kesempatan emas bagi Ibu untuk melatih kecerdasan Ibu dalam bergumul dengan lara kehidupan.

Pada saat Ibu mampu tersenyum ikhlas menghadapinya, maka adversitas yg sedang Ibu hadapi akan bermetamorphosa menjadi sebuah berkah. Menjadi blessings in disguise!

Bu, jujur saja, ini saya alami sendiri, saya selalu bersyukur setiap kali saya mendapat cobaan/kesulitan hidup, saya monitor suasana hati saya yang terasa gundah gulana, saya peluk rasa itu, saya ciumi, saya bercinta dengan perasaan yg tak nyaman itu... lalu, perasaan itu berubah menjadi nikmat, yang tak kalah indahnya dengan keberuntungan hidup yang pada kesempatan lain datang dalam kehidupanku!!

Bu, bersahabatlah dengan setiap kesulitan! Berjabat eratlah, maka kesulitan itu tak menyisakan luka di hati sedikit pun, bahkan ia menjadi obat yang sangat ampuh!! (Bu, ini rahasia kita aja, ya.. jangan bilang2 orang. Aku sering melakukan dan membuktikannya!)

Bu, mari menjadi PENGUASA atas perasaan kita!!
Ada kalimat yang Indah, yang mari kita renungankan bersama, BU.
"God, please grant me the serenity to accept the things I can't change, the courage to change the things I can. And the wisdom to know the difference."

Semoga ini bermanfaat! Salam Hangatku dari Bumi Sriwijaya!


home

ADVERSITY INTELLIGENCE

EMOTIONAL INTTELLIGENCE

Spiritual Intelligence

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang (c) All Right Reserved
Dilarang Memperbanyak (copy paste) Sebagian atau Seluruh Isi Blog Ini
Tanpa Izin Resmi dari Pemiliknya.

Terima Kasih.

  © DANI RONNIE M A TEACHER, BOOK WRITER And PUBLIC SPEAKER Supported by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP