Be Yourself!


“Find yourself and be yourself ;
remember there is no one else
on earth like you.
(Dale Carnegie)

Jangan mau jadi the second Oprah Winprey. Jangan mau jadi Elvis Presley kedua. Jangan mau jadi Maia Estianty, Mulan Jameela, Kaka-Slank, atau Tukul Arwana kedua. Mari menjadi diri kita yang pertama. Menjadi diri sendiri! Saya sungguh terkadang merasa lucu melihat orang mau menjadi orang lain dengan segala cara. Begitu bangganya dia menjadi idolanya, sampai-sampai rambut, gaya berjalan, aksen bicara, bahkan batuknya  pun ingin sama persis! Lebih anehnya lagi, karena sang idola ini meninggalnya pada usia relatif muda, si copycat ini  pun tak mau menjadi tua. Dia ingin selalu tampil seperti pada saat sang idola dalam peak performancenya, padahal waktu terus berjalan, time goes by!

Setiap orang ditakdirkan untuk berbeda satu sama lain. Ada sebuah fakta ilmiah (You And Heredity by Amram Scheinfeld) yang menyatakan 1 : 300.000 miliar kemungkinan 2 anak manusia untuk sama.
Jadi mengapa kita tidak menggali saja keunikan kita. Perbedaan dan keberagamanlah yang justru membuat hidup ini lebih berwarna. William Cowper (penyair terkenal Inggris) berkata, “variety is the spice of life”. Keberagaman adalah bumbu penyedap kehidupan. Bukankah hidup ini lebih indah dengan beraneka macam warna?

Ya, syah-syah saja kalau kita ingin mengikuti jejak orang-orang yang sukses. Belajar dari mereka untuk mencapai impian kita. Meniru teknik Michael Jordan pada saat bermain basket. Mengadopsi cara Warren Buffet pada saat berinvestasi. Memandang uang sebagaimana yang dilakukan oleh seorang Robert T. Kyosaki. Menyikapi hidup ala para sufi. Namun tetap saja kita dengan ciri khas yang tiada duanya. Karena perbedaan itulah yang membuat kita justru lebih dihargai. Ada penutur kebijaksanaan yang berbisik seperti ini, “Be yourself. There is something you can do better than any other. Listen to the inward voice and bravely obey that.”

Siapa yang ditiru oleh Almarhum Benyamin S? Saya berkeyakinan dia dikagumi dan dikenang sampai sekarang oleh banyak orang karena dia  punya ciri khas. Sahabat berkata bahwa kita tak akan memiliki lagi orang sekaliber dia di sisa usia kita. Tentu saja! Bahkan seribu tahun lagi pun tak akan ada orang yang bisa menyamai dia. Dia unik! Dia spesial! Dia istimewa! Seperti juga Anda dan saya! Ada yang mau menjadi the second Benyamin S? Belajar darinya itu baik, tapi jangan jadi dia. Jadilah Anda sendiri. Sahabat yang lain mengingatkan, “Be yourself. An original is always worth than a copy.”

Orang sukses adalah orang yang berani berbeda (diferensiasi), seperti kata Zig Ziglar dalam bukunya Step To The Top, “You are unique and special. No one else can make your contribution to mankind. There is no need for comparison but only for cultivation of your unique qualities”.
Kalau memang kita ditakdirkan unik dan spesial. Kalau memang sumbangsih kita pada sesama tak akan tergantikan oleh siapa pun, mengapa kita harus membanding-bandingkan? Tidakkah yang perlu kita lakukan hanyalah menggali kualitas unik yang ada di dalam diri kita masing-masing?

Setelah kita menyadari bahwa setiap orang itu berbeda, mengapa kita harus memaksakan diri untuk persis sama dengan orang lain, atau sebaliknya, memaksa orang lain (termasuk anak-anak dan orang-orang terdekat kita lainnya) agar sama dengan diri kita. Dale Carnegie berucap, “You’re something new in the world. Be glad of it. Make the most of nature gave you.” Sepatutnyalah kita bersyukur dengan keberadaan kita di muka bumi ini. Maksimalkan saja apa yang dianugerahkan alam! Kita sungguh sesuatu yang baru bagi dunia ini.

Setiap orang bisa sukses sesuai dengan potensi yang ada di dalam dirinya masing-masing. Kita tidak perlu menjadi Bill Gate, Soekarno, Bung Hatta, Warren Buffet, B.J Habibie, Aristotle Onnasis, Bob Sadino, Aburizal Bakrie, Anthony Robbins, Dale Carnegie, dan lain-lain (maaf yang belum disebut) untuk sukses. Kita hanya perlu jadi kita, saya perlu jadi saya, dan Anda jadi Anda. Yang perlu kita lakukan hanyalah menggali keunikan kita, dan memaksimalkan segala karunia yang diberikan Sang Pencipta. That’s it!

(Diambil dari Seni Mengajar dengan Hati (Don't Be A Teacher Unless You Have Love To Share)

home

ADVERSITY INTELLIGENCE

EMOTIONAL INTTELLIGENCE

Spiritual Intelligence

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang (c) All Right Reserved
Dilarang Memperbanyak (copy paste) Sebagian atau Seluruh Isi Blog Ini
Tanpa Izin Resmi dari Pemiliknya.

Terima Kasih.

  © DANI RONNIE M A TEACHER, BOOK WRITER And PUBLIC SPEAKER Supported by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP