Pembelajaran Dari Sang Waktu

“Takdir sang waktu adalah berlalu. Ini hukum alam. Takdir dari setiap peristiwa dalam hidup ini juga [harusnya] begitu, berlalu. Ikhlas saja untuk membiarkan semuanya berlalu sebagaimana adanya, karena mekanisme alam memang seperti itu. Orang yang bisa memahami dan menghayati pesan alam melalui cara kerja sang waktu ini, akan mampu mengharmonisasikan energi kehidupannya dengan energi keilahian, yaitu energi yang menyatukan semesta raya. Di situlah kebahagiaan dan keindahan yang sesungguhnya. Di situlah letak kehakikian makna kehidupan manusia.”


Setiap hari kita dicoba. Setiap hari kita diuji. Setiap hari pemahaman kita tentang hal ini di‘kuat’kan oleh kenyataan hidup kita. Dan waktu akan menempa dan mematangkan jiwa kita melalui diversitas persoalan yang terjadi. Bersamaan dengan waktu, pola berpikir kita – yang mentransendensi melalui pesan tersirat dari mekanisme waktu – akan menuntun kita pada serangkaian kata-kata (words) dan perilaku nyata (behavior) yang kemudian membentuk sebuah kebiasaan (habit). Kebiasaan ini memformat nilai-nilai (values) diri (jati diri) kita. Lalu nilai-nilai tersebut akan mengukir segala kebaikan yang tak diduga-duga, semacam serendipitas yang terkondisikan.

Hidup ini adalah media pembelajaran yang luar biasa. Setiap detik kita belajar. Setiap saat banyak hal yang bisa kita serap untuk memperkaya hati dan jiwa kita. Kondisi mengalir (flow) yang dipopulerkan oleh Czikszenmihalyi, akan kita rasakan. Ini inti kebahagiaan sejati. Saya yakin syarat utama ‘proses mengalir’ adalah kapabilitas kita untuk memahami ini. Pemahaman kita pada pesann Sang Waktu yang dengan ikhlasnya berlalu.

Aku selalu mengibaratkan hidup itu seperti kita melakukan a journey. Dalam melakukan perjalanan, tentu saja, kita akan menggunakan jenis kendaraan yang kita sukai. Kalau saya, kendaraan favorit saya adalah motor. Maka keahlian kita dalam mengendarai motor ini harus terus ditingkatkan sampai ke tahap alam nirsadar (bawah sadar) kita. Setiap saat kita memiliki kesempatan untuk memperhalus cara kita mengendarai motor kesayangan kita. Semahir dan selihai apa pun kita dalam berkendaraan, masih saja ada celah-celah penghalusan, dan peningkatan skill ini.

Ini sungguh kenikmatan. Kian halus skill kita di bidang apa pun yang kita geluti, termasuk “hidup” itu sendiri, semakin nikmatlah kita dalam melakoninya. Dan kebahagiaan menjadi bagian yang otomatis akan kita rasakan.

Kehidupan memang harusnya disikapi seperti itu. Kendaraan yang kita miliki dalam arena yang bernama ‘kehidupan’ adalah penguasaan kita pada setiap unsur dalam kehidupan, termasuk berlimpahnya pesan alam. Salah satunya adalah pesan halus (yg hanya terdengar dari kehalusan jiwa terdalam manusia) dari sang waktu tadi. Kemampuan kita menyerap pesan-pesan kehidupan dengan kejelian mata hati akan membuat perjalanan hidup kita lebih halus, lebih nyaman, lebih indah dan lebih berkualitas. Mau hidup berkualitas? Teladani saja mekanisme waktu. Ia terus melaju tak peduli apa pun aral yang merintangnya!

Ada yang berpendapat lain?

home

ADVERSITY INTELLIGENCE

EMOTIONAL INTTELLIGENCE

Spiritual Intelligence

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang (c) All Right Reserved
Dilarang Memperbanyak (copy paste) Sebagian atau Seluruh Isi Blog Ini
Tanpa Izin Resmi dari Pemiliknya.

Terima Kasih.

  © DANI RONNIE M A TEACHER, BOOK WRITER And PUBLIC SPEAKER Supported by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP