Antara Superior, Medioker & Inferior! Anda di mana?

Banyak yang hendak kuceritakan hari ini (Senin, 11 Januari 2010) di blogku ini. Tentang pemikiran-pemikiran dan ide-ideku yang kerap tak tak ada yang mau mendengar. Tapi di sini aku bisa menulis apa saja tanpa ada sedikit pun bantahan. Isn’t that great? Blog ini layaknya lahan bagiku untuk bertumbuhkembang tanpa ada yang bisa menyetopnya. Tanpa ada yang bisa menghardik, “Hey.. diaaaaammmm!!” Ya, tanpa ada yang meletakkan telunjuknya di bibir, lalu mendesis, “Sssssttt!” Hehe.. asyikkan, bro?

Jiwaku bersama aksara yang indah ini, bercengkerama, saling bertukar sapa agar terangkai berjuta kata. Kata-kata yang lalu memformat makna yang kerap tak terabadikan. Yang kerap hilang begitu saja terbawa masa yang tak pernah berhenti meski sepersekian detik, atau bahkan sepersekian mili detik. Ya, tak pernah.. dan tak akan pernah, selagi hayat masih bersemayam di raga!

Udah.. udah memaksa untuk memilih kata-kata yang indah! Saatnya get down to the earth, Mate!

Ok, topik bahasan kita hari ini adalah soal rangking!! Ya, soal rangking di sekolah. Pernah dengar, kawan? Masihkah di kotamu ini diperlakukan? Kalau di sini (Palembang) masih. Bagaimana pendapat Anda? Baguskah itu bagi kita atau anak-anak kita?

Pernahkah Anda mengalaminya ketika masih sekolah? Atau Anda memang masih sekolah saat ini? Bagaimana menurut Anda? Baguskah itu bagi jiwa Anda?

Menurutku itu harus segera dihapuskan dari dunia pendidikan, disamping bejibun persoalan-persoal lain yang tak mendidik yang diterapkan di dunia pendidikan kita (dipostingan selanjutnya ini akan aku bahas hal lainnya ini).

Banyak hal yang mudharat dari sistem rangking. Ini sebuah pemberian peringkat ke anak-anak yang caranya tak valid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan! Yang dampaknya sangat tidak baik, dan demotivasi!

Ada beragam jenis kecerdasan anak. Tak kurang dari 9 jenis. Tapi anak diberi peringkat hanya dari satu atau dua jenis kecerdasan saja. Itu pun tidak, atau buikanlah hasil pengukuran yang professional.

Kesalahan penilaian ini – yang kalau didunia kedokteran bisa disebut malpraktek – sungguh berbahaya! Ini akan menghambat perkembangan psikis si anak. Besar sekali dampak tidak baiknya terhadap anak, di posisi atau rangking mana pun mereka berada.

Untuk yang di berada di peringkat superior; benih-benih kesombongan akan mulai tumbuh subur di dalam dirinya. Mereka mulai memandang bahwa orang lain, selain mereka, hanyalah manusia-manusia kelas dua yang tak berkualitas. Keangkuhan mulai muncul, dan sikap untuk berbagi dengan segera menjadi berkurang dan secara gradual akan menghilang sama sekali. Mengapa? Karena ‘pihak di atas’ ini takut posisi bergengsi mereka akan tergeser oleh orang lain. Generasi bagaimana yang akan kita miliki nanti, bila sejak dini hal seperti ini kita anggap biasa-biasa saja?

Okay, kita lanjutkan..

Untuk yang berada di posisi (peringkat) tengah, medioker. Mereka mulai meyakini dengan sepenuh hati bahwa dirinya hanyalah manusia-manusia biasa yang tak memiliki kemampuan apa-apa. Keyakinan ini akan terus bertumbuhkembang dan akan mereka bawa di sepanjang hayat mereka, sehingga tatkala mereka sudah dewasa mereka terbiasa dengan istilah, “Ah, sudahlah, kita ini hanyalah manusia biasa. Tak perlulah kita neko-neko dan terlalu bermimpi yang tinggi-tinggi!” Seringkah Anda bertemu orang-orang dewasa seperti ini? I bet you always meet!

Bagaimana selanjutnya yang rangkingnya rendah, inferior? Bisa Anda bayangkan apa yang terjadi ke mereka? Rata-rata mereka akan meyakini bahwa mereka hanyalah pecundang-pecundang yang dilahirkan untuk gagal dan gagal. Rasanya tak perlu lagi dijelaskan secara detil, karena ini akan menambah kecil hati saja.

Tidak banyak yang berhasil keluar dari jebakan pemikiran yang merupakan efek dari rangking2 atau peringkat2 di sekolah ini. Kalau pun ada, itu pun tidak banyak.  Tidak signifikan. Lebih banyak korban daripada yang survive dan mampu keluar hidup-hidup!

Akankah kita biarkan anak-anak kita dididik dalam lingkungan yang tak mendidik seperti ini!!!?? Saya mohon Anda mau merenungkannya..

Ada pendapat?
Klik: Tulisan sebelumnya

home

ADVERSITY INTELLIGENCE

EMOTIONAL INTTELLIGENCE

Spiritual Intelligence

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang (c) All Right Reserved
Dilarang Memperbanyak (copy paste) Sebagian atau Seluruh Isi Blog Ini
Tanpa Izin Resmi dari Pemiliknya.

Terima Kasih.

  © DANI RONNIE M A TEACHER, BOOK WRITER And PUBLIC SPEAKER Supported by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP