Selamat Jalan Kawan!


“Pagi yang indah.. pagi yang cerah.. Thanks God! Selamat Pagi, Pak… Semoga hati kita pun secerah sang pagi..” Demikian bunyi smsku yang kutujukan ke teman-teman di pagi Sabtu, 9 Januari 2010 ini.

Sebagian besar menjawab  sapaan pagiku ini. Pak Andreas Harefa (Sang Manusia pembelajar), salah satu kawan yang kusapa ini membalas begini:

“Di Jakarta, pagi yang mendung. Tapi hati tak harus ikut mendung, tetap ha.. ha.. ha… Praise the lord. Allahu Akbar!”

“Great, Pak. Getaran vibrasi kebahagiaan mudah2an melumuri hati dan jiwa kita sepanjang hari ini. Besok biarlah dengan berkahnya sendiri. Sukses terus ya, Pak..” Jawabku lagi.

Nah, dari is isms terakhirku ini, izinkan aku mengelaborate lebih jauh, agar bertambah jelas maknanya. Boleh kan teman?

Baik, kita mulai ya.Bagaimana pun keadaan kita, anugerah “hari ini” sungguh merupakan rahmat yang luar biasa. Rahmat yang patut kita syukuri dengan penuh totalitas dan kesungguhan hati. Mengapa? Karena banyak di antara kawan-kawan kita yang tak diberikan Tuhan kesempatan hidup seperti yang tengah kita miliki saat ini.

Anda membaca ini, betapa itu rahmat yang tak terperi. Banyak sekali alasannya mengapa hal yang sepertinya sepele ini merupakan rahmat yang tak terperi.
Begini ya.. Anda membaca ini itu tandanya;
  1. Anda tidak buta (artinya mata Anda masih bisa bekerja secara menakjubkan! Saya mendapatkan informasi (Zern laboratory, Swedia) bahwa untuk membuat alat yang berfungsi seperti mata di butuhkan dana yang sangat besar sekali (US $ 64.000.000).
  2. Anda tidak buta huruf, sebagian besar orang-orang buta huruf, baik dalam makna sebenarnya, mau pun sekadar kiasan (orang2 yang melek huruf, tapi tak suka membaca).
  3. Anda ada keinginan untuk terus menerus bertumbuh secara intelektual. Tak banyak orang memiliki kesadaran seperti ini.
  4. Alasan yang ke-4 dan ini yang terpenting, Anda membaca ini itu tandanya Anda masih HIDUP. Ya, masih HIDUP!!! (Anda bukan makhluk halus kan?)

Nah izinkan aku bercerita sedikit tentang poin ke-empat ini. Saya punya teman. Sebenarnya lebih tepat disebut kenalan biasa. Itu pun hanya melalui blog. Interaksinya pun tak terlalu sering. Yang menyamakan aku dengan beliau ini adalah;
  • Kami sama-sama tinggal di Palembang,
  • Kami sama-sama menyukai Bahasa Inggris (sama-sama guru)
  • Kami sama-sama telah melahirkan beberapa karya buku yang di jual di Gramedia.
  • Kami sama-sama suka ngeblog.
  • Dan banyak lainnya, seperti sama-sama laki-laki, beragama yang sama, sama-sama lahir di kota ini, dan sama-sama berbahasa ibu Palembang!

Lengkaplah persamaan kami. Tapi pasti banyak juga perbedaannya, (namanya juga manusia, ya kan?) Diantaranya, kawan ini rajin sekali mengupdate blognya. Kadang aku keheranan sendiri. Alangkah banyaknya waktu teman ini. Bahkan dia memiliki tak kurang dari 10 blog. Dan selalu diupdate. Luar biasa.

Sementara aku? Wah, kayaknya beruntung kalau 1 minggu aku mengupdate alias menulis artikel baru untuk dipostingkan ke blogku. Bukannya karena tidak waktu, tapi kadang penyakit malas, yang lambat laun aku coba buang dari diriku (doain ya..)

Okay, kita lanjutkan. Lama sudah aku tak melihat-lihat blog kawan ini, tapi entah apa yang menyebabkannya, kira-kira dua minggu lalu, aku iseng mengakses lagi blognya.

Tak kulihat ada perubahan di blognya. Postingan terakhirnya tertanggal 28 Juni 2009. Bayangkan berarti sudah hampir setengah tahun blog ini tak di sentuh-sentuhnya lagi. Ah, mungkin kawan ini sudah bosan ngeblog! Pikirku, kendati aku agak keheranan juga mengingat rajinnya kawan ini menulis dihampir sepuluh blognya. Ah, sudahlah, pikirku, mungkin dia dapat kerjaan yang menyita waktunya.

Entah mengapa, tiba-tiba kemarin siang aku teringat lagi dengan kawan ini. Apa ya yg terjadi dengan blognya? Mungkin saja ada postingan terbaru? Pikirku. Lalu (seperti biasa) aku tulis kata-kata kunci (yg menghubungkan aku dengan blognya) di google: "Catatan Henson". Dan keluarlah hasil pencarian google. kuklik opsi pertama dan singkat kata, masuklah aku ke blognya.

Ah, tetap sama. Postingan terakhir masih tertanggal 28 Juni 2009. Masih tak ada perubahan. Masih seperti dua minggu yang lalu! Yang pertama terlihat kalau kita masuk ke blognya ini adalah gambarnya dan beberapa buku hasil karyanya. Ya, memang tak ada perubahan. Yang berubah hanyalah shoutbox (buku tamu)nya. Ada beberapa pengunjung yang memberi komentar baru. Aku coba selusuri komentar-komentar tamunya. Aku ingin tahu apa yang ditulis pengunjung blog kawanku ini.

Terus.. terus aku amati. Entah aku tak tahu juga apa yang aku cari. Sampai tiba-tiba.. aku terkejut menemukan komentar yang isinya begini,
"Muslimah:  Dear friends, mas Hendro yang punya blog ini sudah menghadap Tuhan beberapa bulan yang lalu.”

Hahh!! Menghadap TUHAN beberapa bulan yang lalu!!!!! Yang benar saja!! Aku terus saja membaca komentar2 yang lain, dan akhirnya aku menemukan komentar seperti ini:

Sasha.... "Rest In Peace,,,,our beloved Friend Hendro Darsono, the author of this blog....on Tuesday,30th of June '09....may God always blesses HIm...."
Details: 11:03 Jun 30, 2009

Hah!! Ini ditulis oleh seorang bernama Sasha (entah siapa, karena tak ada linknya) tepat ketika kawan ini meninggal, 30 Juni 2009. (postingan terakhir, 28 Juni 09!). Ya Allah!! Ya Rabb… Telah Engkau panggil teman ini keharibaanMU. Lalu aku terdiam sesaat. Bahkan mungkin lebih dari sesaat… Ya, lebih dari sesaat… (Nanti aku sambung ya.. aku kehabisan kata.. )


Klik Tulisan sebelumnya 

home

ADVERSITY INTELLIGENCE

EMOTIONAL INTTELLIGENCE

Spiritual Intelligence

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang (c) All Right Reserved
Dilarang Memperbanyak (copy paste) Sebagian atau Seluruh Isi Blog Ini
Tanpa Izin Resmi dari Pemiliknya.

Terima Kasih.

  © DANI RONNIE M A TEACHER, BOOK WRITER And PUBLIC SPEAKER Supported by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP