A Golden Bridge

Pernahkah Anda merasa begitu negatifnya sehingga Anda merasa hidup ini tak berarti sama sekali? Atau, pernahkah Anda mengalami keadaan yang teramat sangat sulit, sehingga Anda merasa tak berdaya? Hutang menumpuk. Cicilan ini itu seperti mengejar Anda. Angsuran rumah, angsuran kendaraan, hutang di bank, dan mungkin juga pinjaman dengan kerabat, sedang uang dan penghasilan Anda nol besar!! Pernahkah Anda merasa seperti itu!! Atau saat ini Anda tengah merasakannya?

Kawan, ini yang tengah terjadi dalam kehidupan salah satu temanku. Tak usahkan diriku, orang lain pun ngeri melihat kondisinya saat ini. Namun tamanku ini punya kepercayaan bahwa ini adalah kesempatan emas baginya untuk naik kelas (demikian istilah yang dipakainya). Ini momen berharga untuk menguji ambang batas kesanggupan, katanya. Tepatnya dia berkata begini, “Ini adalah keindahan, dan ini patut disyukuri. Sungguh ini hanyalah salah satu babak saja dalam hidupku yang akan membawaku ke kehidupan yang lebih  mulia nantinya!”


“Kuakui,” katanya lagi, “keadaan ini kerap membuat aku merasa tak berharga. Energi negatif orang-orang yang mengetahui permasalahanku kerap melebur dengan energiku sendiri. Vibrasi negatif ini sempat membuatku tak bersemangat, namun beberapa detik kemudian aku terinspirasi untuk belajar memanfaatkan rasa ini untuk semakin antusias menguji kekuatan energi positifku. Perasaan positif yang melahirkan keikhlasan. Keikhlasan untuk tersenyum menghadapi apa pun. Aku amat percaya bahwa aku memiliki inner power – kekuatan ilahiah - untuk menyelesaikan permasalahanku yang rumit ini satu persatu. One thing at a time! Ya, satu persatu” Katanya seperti tak mau berhenti, “Aku hidup saat ini, ya, saat ini, tatkala kita tengah berkomunikasi ini.”

Akhirnya terinspirasi dari hasil bercakapan kami, aku menulis postingan kali ini dengan judul: “A Golden Bridge to the Future!”

Patrikan di hati kita bahwa kita akan berusaha semaksimal-maksimalnya, sebaik-baiknya, semulia-mulianya, seindah-indahnya utk dikelirkan pada setiap momen yang kita lalui, sehingga setiap langkah yang diambil akan menjadi jawaban terhadap segala tantangan yang tengah kita hadapi. Sikap ini akan menjadi pembuka jalan yang nampak kuldesak alias tertutup. Ia akan menjadi jembatan yang indah untuk menyeberang  tanah impian kita. Disadari atau tidak sungguh jurang antara tanah dimana kita berpijak saat ini dengan tanah impian kita, begitu lebar dan dalam bak tanpa dasar, namun, kita akan mencari jembatan layang yang terindah, yang kokoh, yang dari atasnya akan terlihat panorama yang indah dan semilir angin yang menyejukkan hati dan jiwa Anda dan saya.

Jembatan ini sebenarnya sudah ada. Sudah dianugerahkan Tuhan jauh sebelum kita dilahirkan, namun hanya hati yang bersih dan ikhlaslah yang dapat melihatnya. Yang kita perlu dilakukan hanyalah membersihkan dan belajar “kompetensi ikhlas” agar jembatan yang dianugerahkan oleh Sang Mahakuasa mampu kita lihat.

Pembersihan hati ini akan memformat keadaan berpikir kita, yang bermuara pada tindakan, yang lalu menjadi kebiasaan dan mengarakter di jiwa kita. Inilah yang pada akhirnya menjadi pembuka mata hati pada jembatan indah yang akan membawa Anda dan saya menuju tanah impian.

Ada getaran-getaran (vibrasi) yang menjadi prasyarat dalam mengristalisasinya. Itulah vibrasi kebaikan yang tak kasat mata namun sangat jelas dampaknya bagi perasaan, dan perilaku kita. Vibrasi kebaikan ini begitu kuatnya sehingga mampu melebur ke orang-orang lain yang berinteraksi dengan kita. Vibrasi yang tak nyata tapi ada ini, akan mematerilisasikan keberadaan yang tak ada sebelumnya. Energi kebaikan inilah yang akan menyeruakkan kabut mata hati kita pada sosok nyata jembatan emas yang akan membawa kita ke kualitas hidup yang luar biasa. Vibrasi energi yeng menyiratkan keikhlasan, kejujuran, ketulusan niat, kecintaan dan rasa sayang pada apa pun dan siapa pun yang terhubung dengan kita.

Sesungguhnya, menyayangi dan menghargai sesuatu yang kasat mata, apa pun itu, adalah sesuatu yang penting dan tak bisa ditiadakan dalam meraih ke kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup, namun ada satu hal yang lebih penting lagi, yaitu menyayangi dan menghargai sesuatu yang tak kasat mata, Sang Mahaperkasa, yang meniupkan ruh kepada setiap makhluk yang bernyawa, menyayangi dan menghargai energi Ilahi, yang menjadikan dan membentuk segala sesuatu yang nampak di sekeliling kita.

Getaran Energi kebaikan yang menginspirasi pikiran dan menentukan suasana hati kita, perasaan kita, dan menentukan segala kesuksesan yang berhasil diwujudkan umat manusia sampai saat ini. Itu adalah karena getaran energi tak kasat mata yang mengristalkan dirinya. Energi yang memberadakan ketiadaan.

Inilah hakikat dari kebahagiaan dan kesuksesan hidup yang dikejar kebanyakan dari kita selama ini. Ternyata yang kita kejar itu justru ketiadaan. Ketakadaan yang bahkan jauh lebih kecil dan dahsyat dibanding keberadaan yang ukurannya bahkan jauh lebih kecil dari partikel yang merupakan nukleus dari atom. Inilah energi eternal yang dahsyatnya luar biasa!

Jadi sesungguhnya temanku ini sudah bersentuhan dan hakikat keberadaan setiap persoalan dalam hidup. (ini cerminan orang yg cerdas SQ-nya). Kemampuannya untuk memahami ini membuatnya tak gentar sedikit pun. Inilah yang bisa aku pahami dari pembicaraan kami di pagi yang sejuk dengan secangkir kopi yang nikmat di beranda rumahku hari itu. Terima kasih untuk ceritanya, kawan!

home

ADVERSITY INTELLIGENCE

EMOTIONAL INTTELLIGENCE

Spiritual Intelligence

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang (c) All Right Reserved
Dilarang Memperbanyak (copy paste) Sebagian atau Seluruh Isi Blog Ini
Tanpa Izin Resmi dari Pemiliknya.

Terima Kasih.

  © DANI RONNIE M A TEACHER, BOOK WRITER And PUBLIC SPEAKER Supported by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP